Kapan FSG Beli Liverpool?

FSG, atau Fenway Sports Group, resmi menjadi pemilik Liverpool pada Oktober 2010. Mereka mengambil alih klub dari tangan dua pengusaha Amerika sebelumnya, George Gillett dan Tom Hicks, setelah periode penuh gejolak yang nyaris merusak reputasi The Reds. Dengan nilai akuisisi mencapai 300 juta pound, langkah ini awalnya dipandang sebelah mata oleh banyak fans. Tapi siapa sangka, keputusan itu justru menjadi awal dari kebangkitan besar.

Sejak saat itu, Liverpool mulai dibangun kembali secara perlahan namun pasti. FSG tidak hanya menggelontorkan dana, tetapi juga membawa pendekatan manajemen modern—mulai dari perekrutan pemain berbasis data, pembinaan pemain muda, hingga pengembangan fasilitas latihan di Melwood dan kemudian di Kirkby. Mereka juga menunjuk manajer-manajer dengan visi jangka panjang, meski awalnya sempat ada kegagalan seperti masa Brendan Rodgers sebelum akhirnya Jürgen Klopp datang pada 2015.

Di bawah arahan Klopp, Liverpool menjelma jadi kekuatan dominan di Eropa. Kemenangan di Liga Champions 2019 dan gelar Premier League 2020 setelah penantian 30 tahun menjadi bukti nyata bahwa era FSG membawa transformasi luar biasa. Bukan cuma soal trofi, tetapi juga stabilitas finansial dan identitas permainan yang konsisten.

Hingga hari ini, meski ada desas-desus soal potensi penjualan klub, warisan FSG di Anfield tetap dihormati. Mereka tidak sekadar membeli klub, tapi menyelamatkan dan membangkitkannya kembali ke puncak sepak bola dunia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait