Kekurangan Vitamin D? Ini yang Harus Dikonsumsi

Jika tubuh kekurangan vitamin D, berbagai gejala seperti lemas, nyeri otot, hingga penurunan daya tahan tubuh bisa muncul. Untuk mengatasinya, penting untuk memperbaiki asupan nutrisi secara tepat.

Makanan kaya vitamin D menjadi salah satu solusi utama. Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi antara lain ikan berminyak seperti salmon dan makarel, telur (khususnya bagian kuningnya), susu sapi, susu kedelai yang diperkaya, serta yogurt. Makanan laut juga cukup efektif membantu memenuhi kebutuhan harian vitamin D.

Selain dari makanan, tubuh sebenarnya bisa memproduksi vitamin D secara alami saat terpapar sinar matahari pagi. Cukup luangkan waktu 20–30 menit berjemur di bawah sinar matahari sekitar pukul 7–9 pagi, minimal dua kali dalam seminggu. Paparan sinar UVB pada waktu ini membantu kulit memproduksi vitamin D secara optimal.

Namun, bagi mereka yang jarang terpapar sinar matahari, tinggal di daerah beriklim dingin, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, dokter mungkin menyarankan konsumsi suplemen vitamin D. Ini terutama berlaku untuk lansia, ibu hamil, atau orang dengan gangguan penyerapan nutrisi.

Yang tak kalah penting, konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mulai mengonsumsi suplemen. Kelebihan vitamin D juga bisa berisiko bagi kesehatan, terutama ginjal dan jantung.

Secara keseluruhan, kombinasi makanan bergizi, aktivitas di luar ruangan, dan bila perlu, suplemen, bisa menjadi strategi sehat untuk menjaga kadar vitamin D tetap stabil.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait