Mengapa Harga Jual Emas Putih Lebih Rendah?

Emas putih sering kali dipilih karena tampilannya yang elegan dan menyerupai platinum. Namun, banyak yang kaget saat menjualnya kembali karena harganya cenderung lebih rendah dibandingkan emas kuning. Kenapa bisa begitu?

Salah satu alasannya adalah komposisi bahan. Emas putih sebenarnya tetap terbuat dari emas murni, namun dicampur dengan logam lain seperti nikel, palladium, atau seng agar menghasilkan warna putih. Kadar emasnya (misalnya 18K atau 75%) tetap jadi acuan nilai, tapi campuran logam tambahan ini justru membuat nilai jual kembali lebih rendah karena dianggap kurang murni secara visual dan kimiawi oleh beberapa pengepul.

Selain itu, emas putih juga melewati proses Rhodium plating — lapisan tipis berkilau yang membuatnya tampak lebih bersih dan modern. Namun lapisan ini bisa memudar seiring waktu dan butuh perawatan rutin. Saat emas dilebur kembali, lapisan ini hilang, sehingga nilai estetikanya menurun.

Yang tak kalah penting, meskipun biaya pembuatan perhiasan emas putih bisa lebih tinggi karena desain rumit dan proses pelapisan, nilai desain dan kerajinan jarang dihitung saat menjual kembali. Pembeli biasanya hanya melihat berat emas dan kadar murninya, bukan keunikan model.

Jadi, meskipun emas putih terlihat mewah saat dibeli, saat dijual harganya lebih rendah karena faktor komposisi, perawatan, dan minimnya nilai desain di pasar sekunder. Bagi yang ingin investasi jangka panjang, emas kuning mungkin lebih menguntungkan. Tapi kalau soal gaya, emas putih tetap jadi favorit banyak orang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait