Mengapa Semakin Dekat dengan Allah, Cobaan Semakin Banyak?
Ketika seseorang mulai mendekatkan diri kepada Allah, sering kali justru cobaan hidup terasa semakin berat. Banyak yang bertanya-tanya, βKenapa malah seperti ini terjadi? Bukannya semakin rajin ibadah, hidup seharusnya lebih tenang?β Pertanyaan ini wajar, dan jawabannya terletak pada hikmah di balik ujian itu sendiri.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, "Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami beriman', sedangkan mereka belum diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2). Ayat ini mengingatkan bahwa iman yang belum diuji belum menunjukkan kedalamannya. Ujian bukanlah bentuk murka, melainkan bukti perhatian. Semakin tinggi nilai seseorang di sisi Allah, semakin besar pula ujian yang diberikan.
Bayangkan seorang pelajar yang sedang menempuh ujian. Semakin sulit soalnya, justru menandakan dosen menganggap ia mampu menyelesaikannya. Begitu pula dengan ujian dari Allah. Saat kita merasa semakin dekat dengan-Nya, cobaan yang datang bisa jadi tanda bahwa Allah sedang mengangkat derajat kita. Ia ingin melihat, sekuat apa keyakinan kita, sebesar apa kesabaran kita, dan sejauh mana kita masih bertawakal di tengah badai.
Rasulullah shallallahu alaihi wa salam pun mengalami ujian yang sangat berat, padahal beliau adalah manusia paling dekat dengan Allah. Justru melalui ujian itulah, keteladanannya membekas hingga kini.
Jadi, jangan goyah saat cobaan datang di saat kamu sedang berusaha menjadi lebih baik. Bisa jadi, itu tanda bahwa kamu sedang diuji karena layak untuk naik level. Teruslah bersabar, karena di balik kesulitan, ada janji kemudahan dari Allah SWT.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.