Kenapa Sering Ketindihan dan Alami Mimpi Buruk?

Ketindihan saat tidur, atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai sleep paralysis, adalah kondisi ketika seseorang merasa tidak bisa bergerak atau berbicara tepat sebelum tertidur atau sesaat setelah bangun. Banyak yang menyertai kondisi ini dengan rasa takut, tekanan di dada, bahkan mimpi buruk yang terasa sangat nyata.

Penyebab utama ketindihan, menurut penjelasan dari Halodoc.com, antara lain kurang tidur, pola tidur yang tidak teratur, dan posisi tidur yang salah — terutama tidur telentang. Selain itu, kondisi seperti insomnia dan tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, hingga depresi juga bisa memicu terjadinya ketindihan.

Beberapa orang mengaitkan ketindihan dengan hal-hal mistis, padahal kondisi ini sebenarnya sudah bisa dijelaskan secara ilmiah. Saat tubuh memasuki fase tidur cepat (REM), otot-otot secara alami lumpuh untuk mencegah kita "menghidupkan" gerakan dari mimpi. Pada kasus sleep paralysis, otak bangun lebih cepat dari tubuh, sehingga kita sadar tapi belum bisa bergerak — inilah yang terasa seperti "ditindih".

Riwayat keluarga juga bisa menjadi faktor risiko. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami hal serupa, kemungkinan terjadinya ketindihan bisa lebih tinggi. Untuk mencegahnya, penting untuk menjaga pola tidur yang teratur, menghindari stres berlebih, dan mencoba tidur dalam posisi menyamping.

Jika sering terjadi dan mengganggu kualitas tidur, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau ahli tidur. Dengan perubahan gaya hidup dan penanganan yang tepat, serangan ketindihan bisa berkurang atau bahkan hilang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait