Mengapa Anak Autis Sering Berjalan Jinjit?
Orangtua sering bertanya-tanya mengapa anak dengan autisme cenderung berjalan jinjit. Jawabannya tidak selalu sederhana, tetapi salah satu faktor utama yang sering dikaitkan adalah gangguan pada sistem vestibular.
Sistem vestibular adalah bagian dari tubuh yang membantu kita menjaga keseimbangan, memahami gerakan, dan menyadari posisi tubuh di ruang. Sistem ini bekerja melalui sinyal dari telinga bagian dalam ke otak. Pada banyak anak autis, sistem ini tidak berfungsi optimal—kondisi yang dikenal sebagai disfungsi vestibular.
Ketika sistem vestibular bermasalah, tubuh bisa kehilangan rasa seimbang atau malah mencari stimulasi gerakan tertentu. Dalam kasus anak autis, berjalan jinjit sering kali menjadi cara tubuh "mengatur" dirinya sendiri. Posisi jinjit memberi tekanan ekstra pada ujung kaki, yang bisa memberikan umpan balik sensorik yang menenangkan atau membantu anak merasa lebih terkendali dalam lingkungan yang terasa membingungkan.
Selain faktor vestibular, ada juga kemungkinan keterlibatan otot betis yang kaku atau kebiasaan motorik yang berkembang sejak dini. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan begitu saja. Terapi fisik dan pendekatan sensorik sering membantu mengurangi kebiasaan jinjit, sekaligus meningkatkan koordinasi dan kenyamanan gerak anak.
Penting bagi orangtua dan pendidik untuk tidak langsung menganggap ini sebagai kebiasaan aneh, tetapi sebagai bentuk komunikasi tubuh. Dengan pemahaman yang tepat, dukungan bisa diberikan secara lebih empatik dan efektif.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.