Pemilik Inter Milan: Perjalanan Kepemilikan hingga Saat Ini
Inter Milan, salah satu klub raksasa sepak bola Italia, pernah berpindah tangan dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2013, pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, mengambil alih mayoritas saham klub dari tangan Massimo Moratti, yang selama puluhan tahun menjadi simbol kepemilikan keluarga Moratti di Giuseppe Meazza.
Erick Thohir tidak sendirian. Ia bermitra dengan pengusaha asal Amerika Serikat, Jason Bloom, dalam akuisisi tersebut. Kepindahan kendali ini menjadi sorotan internasional, karena Thohir menjadi salah satu warga Asia Tenggara pertama yang terlibat langsung dalam kepemilikan klub Eropa besar.Meski sempat membawa angin segar dan investasi baru, tantangan finansial membuat struktur kepemilikan kembali berubah. Pada November 2021, Suning Group, konglomerat asal Tiongkok yang sebelumnya telah memiliki sebagian saham, akhirnya mengambil alih secara penuh. Namun, masa kepemilikan Suning juga diwarnai kesulitan ekonomi, dan pada 2024, klub dikabarkan kembali berpindah tangan ke dana investasi asal Amerika, Oaktree Capital, menyusul proses restrukturisasi utang.
Inter Milan kini berada di bawah naungan baru, tetapi jejak Erick Thohir tetap dikenang sebagai bagian penting dari evolusi modern klub. Ia membuka jalan bagi masuknya investor global, termasuk dari Asia, ke dalam kancah sepak bola Eropa. Meski tak lagi memegang saham, namanya tetap tercatat dalam sejarah klub sebagai pionir dari dunia yang lebih luas.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.