Siapa yang Memohon Jenazah Yesus?
Yusuf dari Arimatea, seorang anggota dewan yang terhormat dan juga pengikut Yesus, adalah orang yang memohon jenazah-Nya kepada Pilatus. Meski dia tidak hadir saat penyaliban, Yusuf berani tampil ketika banyak murid lain takut menampakkan diri.
Saat Yesus wafat di kayu salib, hukum Romawi biasanya tidak mengizinkan jenazah diserahkan begitu saja. Namun, Yusuf berani mendatangi Pontius Pilatus—gubernur Romawi—untuk meminta tubuh Yesus. Setelah mendapat izin, ia segera pergi membeli kain lenan yang putih bersih, sesuai dengan tradisi Yahudi untuk membungkus jenazah.
Yusuf kemudian menurunkan tubuh Yesus dari salib, dibantu mungkin oleh Nikodemus, seorang Farisi lain yang juga menghormati Yesus. Mereka membungkus jenazah sesuai adat Yahudi, dengan rempah-rempah dan kain kafan, lalu meletakkannya di sebuah kubur baru yang terletak di taman dekat tempat penyaliban.
Langkah Yusuf sangat berani. Sebagai anggota Majelis Besar (Sanhedrin), dia bisa kehilangan reputasi atau jabatannya hanya karena terlihat terkait dengan Yesus, yang dianggap Romawi sebagai pemberontak. Namun, cintanya kepada Yesus lebih besar dari rasa takutnya. Ia tidak membeli jenazah dengan uang, tetapi membayar dengan keberanian dan imannya.
Kisah ini mencatat bukan soal siapa yang "membeli" jenazah, karena tidak ada transaksi uang. Namun, Yusuf rela kehilangan segalanya demi memberi Yesus penghormatan terakhir yang layak. Dalam keheningan Jumat Agung, Yusuf menjadi teladan: bahwa iman sejati sering kali terlihat dalam tindakan diam yang penuh keberanian.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.