Siapa yang Menulis 10 Hukum Allah?
10 Hukum Allah, yang juga dikenal sebagai Dasa Titah, adalah prinsip-prinsip dasar iman yang memegang peran penting dalam kehidupan umat beragama. Menurut Alkitab, kesepuluh perintah ini diberikan langsung oleh Tuhan kepada bangsa Israel saat mereka berada di Gunung Sinai, setelah dibebaskan dari perbudakan di Mesir.
Banyak orang bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang menulis hukum-hukum tersebut? Jawabannya tercatat jelas dalam kitab Keluaran. Tuhan memberikan wahyu kepada Musa, dan Dialah yang menulis prasasti itu di atas dua buah loh batu. Jadi, meski Musa menjadi perantara, yang secara harfiah menulis adalah Tuhan sendiri.
Di dalam tradisi Kristen, Tuhan Yesus sendiri diakui sebagai bagian dari Allah Tritunggal Maha Esa. Karena itu, tidak keliru bila dikatakan bahwa Tuhan Yesus juga terlibat dalam penyampaian hukum-hukum itu, karena Ia satu dalam hakikat dengan Bapa. Dalam Perjanjian Baru, Yesus pun menegaskan pentingnya hukum Taurat, bahkan menyatakan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum, tetapi menggenapinya.
Dasa Titah bukan sekadar aturan kuno. Hingga kini, hukum-hukum itu tetap relevan—mengajarkan tentang kasih kepada Tuhan dan sesama. Mulai dari larangan menyembah allah lain, tidak membunuh, tidak berzina, hingga menghormati orang tua, semua mengarah pada hidup yang berintegritas dan menghargai nilai-nilai luhur.
Jadi, meski peristiwa pemberian 10 hukum itu terjadi ribuan tahun lalu, maknanya masih menggema kuat dalam kehidupan sehari-hari umat percaya saat ini.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.