Rematik di Usia Muda, Waspadai Akibat Berat Badan Berlebih

Rematik tidak lagi menjadi penyakit yang hanya menyerang lansia. Kini, semakin banyak kasus rematik muncul pada usia muda, dan salah satu penyebab utamanya adalah berat badan berlebih. Saat tubuh membawa beban yang melebihi kapasitas normal, persendian seperti lutut, panggul, dan pergelangan kaki harus bekerja lebih keras untuk menopang aktivitas sehari-hari.

Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan pada tulang dan sendi, terutama di bagian bawah tubuh. Lama-kelamaan, lapisan pelindung di ujung tulang (yang disebut tulang rawan) bisa rusak dan menipis. Kondisi ini dikenal sebagai osteoartritis, bentuk rematik yang paling umum terjadi. Nyeri, kaku, dan bunyi “klik” saat bergerak sering menjadi tanda awalnya.

Yang mengejutkan, banyak anak muda yang belum menyadari bahwa gaya hidup tidak aktif dan pola makan tidak sehat bisa memicu obesitas—dan pada akhirnya berujung pada masalah sendi. Padahal, menjaga berat badan ideal bukan hanya soal penampilan, tetapi juga kesehatan jangka panjang tubuh.

Untungnya, kondisi ini bisa dicegah. Mulai dari rutin bergerak, memilih makanan bergizi seimbang, hingga rutin memeriksakan kesehatan sendi. Jangan anggap remeh nyeri sendi yang terus-menerus, apalagi jika muncul di usia muda. Lebih awal sadar, lebih cepat pencegahannya.

Menjaga bobot tubuh bukan cuma demi bentuk tubuh yang ideal, tapi juga untuk melindungi sendi sejak dini.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait