Ada Sindrom karena Terlalu Sering Main HP?

Ya, ada. Namanya phantom vibration syndrome — atau dalam bahasa Indonesia bisa disebut sindrom getaran semu. Pernah merasa ponsel bergetar di saku, padahal setelah diperiksa, tidak ada notifikasi sama sekali? Itu bukan hal yang aneh, dan ternyata cukup umum terjadi.

Sindrom ini muncul karena otak kita terlalu terbiasa merespons getaran ponsel. Akibatnya, tubuh mulai "mengkhayal" ada getaran meskipun tidak ada. Ini mirip seperti refleks. Bayangkan saja, setiap lima menit kita cek HP, entah karena notifikasi media sosial, pesan, atau email. Lama-lama, otak jadi terlalu waspada. Alhasil, sensasi kecil seperti gesekan kain atau detak jantung pun bisa dikira ada getaran dari HP.

Beberapa penelitian menyebut bahwa hampir 70% pengguna ponsel pernah mengalami ini, terutama mereka yang sangat bergantung pada perangkatnya sepanjang hari — mulai dari pelajar, pekerja kantoran, sampai orang tua yang selalu ingin tetap terhubung.

Walau tidak berbahaya secara fisik, kondisi ini bisa jadi tanda bahwa kita terlalu terikat pada gadget. Stres, kecemasan, dan kurang fokus juga sering muncul bersamaan. Solusinya sederhana: kurangi intensitas cek HP, matikan notifikasi yang tidak penting, dan latih diri untuk lebih hadir dalam momen nyata.

Ingat, ponsel memang membantu, tapi bukan berarti harus mengendalikan kita. Jika sering merasa "gemetar" di saku padahal HP diam-diam, mungkin tubuh sedang memberi sinyal: waktunya istirahat sebentar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait