Ya, Kiper Bisa Jadi Kapten – Ini Buktinya di Piala Dunia 2022
Siapa bilang kiper tak bisa memimpin? Di lapangan, peran mereka memang terbatas pada kotak penalti, tapi soal kepemimpinan, banyak kiper yang justru jadi sosok panutan di timnas mereka. Faktanya, di Piala Dunia 2022, setidaknya lima kiper pernah mengenakan ban kapten, salah satunya adalah Kasper Schmeichel.
Saat Denmark menghadapi Prancis di babak penyisihan grup, situasi unik terjadi. Sang kapten utama, Simon Kjaer, tidak dimainkan karena alasan strategis, dan ban kapten pun beralih ke Schmeichel. Kiper yang dikenal karena aksinya bersama Leicester City ini tak cuma jaga gawang—ia juga mengomando barisan pertahanan dan memberi semangat lewat teriakan dari belakang.
Ini bukan kejadian langka. Dalam sepak bola modern, kiper sering jadi komandan tak resmi karena posisi mereka yang memantau seluruh lapangan. Mereka melihat apa yang pemain lain tak bisa lihat—aliran permainan, celah lawan, dan momen krusial yang butuh pengaruh langsung dari penjaga gawang.
Schmeichel bukan satu-satunya. Tercatat, kiper-kiper lain seperti Guillermo Ochoa (Meksiko) dan Boubacar Kamara (Prancis, bermain sebagai bek tapi sempat gantikan ban kapten saat Hugo Lloris tak main) juga mengenakan ban sebagai kapten atau kapten darurat. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tak mengenal posisi—yang penting adalah karakter dan pengaruh di lapangan.
Jadi, ya, kiper bisa jadi kapten. Bahkan, terkadang, tanggung jawab itu justru jatuh di pundak mereka saat tim paling butuh kekuatan dari belakang.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.