Hubungan Tersembunyi Antara Kurang Tidur dan Melonjaknya Gula Darah
Banyak orang mengira bahwa kadar gula darah hanya dipengaruhi oleh asupan makanan manis atau pola makan sehari-hari. Padahal, kualitas dan durasi istirahat malam memegang peranan yang sangat krusial bagi metabolisme tubuh. Ketika seseorang kurang tidur, tubuh akan menganggap kondisi tersebut sebagai pemicu stres fisik.
Dalam kondisi normal, tidur lelap di malam hari menjadi momen penting bagi tubuh untuk menurunkan hormon kortisol dan meredakan aktivitas sistem saraf. Proses pemulihan ini membantu memelihara sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga kadar gula darah tetap stabil. Sebaliknya, saat kekurangan tidur, produksi kortisol justru melonjak tinggi.
Peningkatan hormon stres ini merangsang pelepasan cadangan glukosa ke dalam aliran darah sekaligus menghambat kerja insulin. Akibatnya, gula sulit masuk ke dalam sel dan memicu kadar gula darah naik. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, risiko terjadinya resistensi insulin dan penyakit diabetes tipe 2 akan semakin meningkat. Oleh karena itu, mencukupi waktu tidur 7 hingga 8 jam setiap malam adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.