Bolehkah Makan Seblak Saat Sedang Diet?

Bagi pencinta kuliner pedas, seblak tentu menjadi makanan menggoda yang sulit ditolak. Namun, muncul pertanyaan besar bagi mereka yang sedang berjuang menurunkan berat badan: apakah seblak boleh dimakan saat diet?

Jawabannya secara umum adalah sangat tidak disarankan. Alasan utamanya terletak pada kandungan kalori seblak yang tergolong tinggi. Dalam satu porsi standar atau sekitar 200 gram seblak, kalori yang terkandung di dalamnya bisa mencapai 262 kalori. Angka ini baru hitungan untuk seblak original biasa. Jika Anda menambahkan aneka topping populer seperti sosis, bakso, ceker, hingga keju, jumlah kalori tersebut tentu akan melonjak drastis dan bisa merusak target defisit kalori harian Anda.

Selain faktor kalori, karakteristik bahan utama seblak juga kurang mendukung program penurunan berat badan. Kerupuk basah dan makaroni merupakan sumber karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh, sehingga membuat Anda lebih cepat merasa lapar kembali. Belum lagi kandungan natrium atau garam yang sangat tinggi dari bumbu penyedapnya. Konsumsi natrium berlebih dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh, yang membuat berat badan Anda seolah-olah sulit turun dan tubuh terasa lebih bengkak.

Jika Anda benar-benar mengidamkannya, batasi porsinya seminimal mungkin atau buatlah seblak versi rumahan yang lebih sehat. Anda bisa mengganti kerupuk dengan memperbanyak sayuran seperti sawi dan kubis, menambahkan sumber protein berkualitas seperti dada ayam atau telur, serta mengurangi penggunaan garam dan minyak. Dengan begitu, Anda tetap bisa memuaskan lidah tanpa harus merusak konsistensi program diet yang sedang dijalani.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait