Siapa yang Melihat Yesus, Melihat Bapa

"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa." Kalimat ini keluar dari mulut Yesus saat berbicara dengan murid-Nya, Filipus. Saat itu, Filipus meminta, "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami." Jawaban Yesus terdengar tegas, bahkan penuh rasa heran: “Sudah sekian lama Aku bersama-sama kamu, dan kamu masih belum mengenal Aku?”

Ucapan ini bukan sekadar ajaran rohani biasa. Ini adalah penegasan bahwa Yesus bukan sekadar nabi atau guru. Bagi umat Kristen, Yesus adalah perwujudan nyata dari Allah dalam rupa manusia. Dalam Dia, kasih, kemuliaan, dan karakter Bapa dinyatakan sepenuhnya. Tidak perlu melihat sesuatu yang lebih besar atau lebih agung dari Yesus untuk mengetahui siapa Allah — karena dalam diri-Nya, semua itu sudah nyata.

Banyak orang mencari Allah di tempat-tempat jauh, dalam pengalaman dramatis atau misteri tinggi. Tapi Yesus mengajak kita kembali ke yang sederhana: mengenal Dia. Dalam setiap perkataan-Nya, setiap perbuatan kasih-Nya, dan bahkan dalam penderitaan dan kematian-Nya di kayu salib, Allah dinyatakan dengan jelas.

Jadi ketika kita membaca Injil, saat kita mendengar bagaimana Yesus menyembuhkan yang sakit, memeluk anak kecil, atau mengampuni musuh, itu bukan sekadar kisah masa lalu. Itu adalah Allah yang hidup, yang berkata, "Ini Aku." Tidak perlu lagi bertanya, “Di manakah Engkau, Tuhan?” Karena Ia telah datang — dalam Yesus.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait