Berapa Tekanan Darah yang Berisiko Sebabkan Stroke?

Stroke adalah salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Salah satu faktor risiko terbesar yang sering diabaikan adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Banyak orang mungkin tidak merasakan gejala khusus, tapi tekanan darah yang terus tinggi bisa merusak pembuluh darah di otak seiring waktu.

WebMD menyebutkan bahwa tekanan darah normal sebaiknya tidak melebihi angka 140/90 mmHg. Jika hasil pengukuran Anda sering di atas itu, hati-hati—ini bisa jadi tanda awal masalah serius. Tekanan darah yang terlalu tinggi membuat pembuluh darah lebih rentan pecah atau tersumbat, dua kondisi yang menjadi penyebab utama stroke.

Gejala stroke sendiri bisa muncul tiba-tiba, seperti wajah tiba-tiba menurun, sulit bicara, atau kelemahan di satu sisi tubuh. Tapi justru yang berbahaya adalah saat hipertensi tidak menunjukkan gejala, sehingga orang tidak sadar sedang berisiko. Oleh karena itu, penting untuk rutin memeriksa tekanan darah, terutama jika Anda berusia di atas 40 tahun, punya riwayat keluarga hipertensi, atau memiliki gaya hidup kurang sehat.

Langkah pencegahan sederhana seperti makan lebih sehat, kurangi garam, olahraga teratur, dan istirahat cukup bisa membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Jika dokter sudah menyarankan pengobatan, patuhi aturan minum obat meskipun Anda merasa baik-baik saja.

Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jangan tunggu muncul gejala stroke—awasi tensi Anda sejak dini. Karena kesehatan jantung dan otak dimulai dari tekanan darah yang terkendali.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait