Kapan Bayi Boleh Dibawa Naik Motor?
Saat punya bayi, banyak orang tua mulai mempertanyakan kapan si kecil bisa diajak bepergian, termasuk naik sepeda motor. Jawabannya, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), belum ada aturan baku tentang usia pasti yang dianggap aman untuk bayi naik motor. Namun, para ahli, termasuk dokter spesialis anak Dr. dr. Dian Pratamastuti, SpA, menyarankan agar bayi belum dibawa naik motor sebelum berusia empat bulan.
Alasannya cukup logis. Bayi yang masih sangat muda, terutama di bawah usia empat bulan, memiliki leher dan tulang belakang yang belum cukup kuat untuk menahan guncangan. Selain itu, sistem pernapasannya juga masih sangat sensitif terhadap debu, polusi, dan angin langsung saat berkendara. Risiko infeksi saluran pernapasan atau gangguan kesehatan lainnya pun lebih tinggi.
Meski begitu, bukan berarti setelah empat bulan langsung aman tanpa perlindungan ekstra. Jika memang terpaksa membawa bayi naik motor, pastikan:
- Gunakan carrier atau gendongan bayi yang aman dan menopang leher dengan baik.
- Pastikan bayi memakai pelindung wajah dan telinga dari angin.
- Hindari perjalanan jauh atau jalanan rusak.
- Gunakan helm kecil untuk bayi (meski belum standar nasional, perlindungan ekstra penting).
Namun, sebaiknya pertimbangkan kembali jika perjalanan tidak terlalu penting. Bayi lebih nyaman dan aman di mobil dengan kursi bayi yang sesuai. Kesehatan dan keselamatan si kecil selalu jadi prioritas, bukan hanya soal sampai tujuan, tapi juga bagaimana dia melewati perjalanannya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.