Klub Tertua di BRI Liga 1: PSM Makassar yang Penuh Sejarah

PSM Makassar bukan hanya sekadar tim besar di kancah sepak bola Indonesia, tetapi juga simbol sejarah panjang perjalanan olahraga ini di Tanah Air. Berdiri sejak tahun 1915 dengan nama awal Macassarche Voetbalbond (MVB), klub asal Kota Anging Mammiri ini dikenal sebagai klub sepak bola tertua yang masih aktif berkompetisi hingga saat ini.

Awal mula keberadaan PSM mencerminkan era kolonial Belanda, ketika sepak bola mulai diperkenalkan di berbagai kota besar. Berkat akar sejarah yang kuat dan dedikasi terus-menerus, PSM berhasil bertahan melalui berbagai zaman—dari masa Hindia Belanda, kemerdekaan, hingga era modern sepak bola profesional Indonesia.

Kini, PSM Makassar tetap bersaing di BRI Liga 1, kompetisi tertinggi sepak bola nasional. Meski belum mampu menjadi juara sejak era Liga 1 diterapkan, mereka tetap menjadi ancaman bagi tim-tim besar berkat dukungan fanatik dari the Macz Man—sebutan bagi suporter setia mereka.

Stadion Andi Mattalatta, yang kerap dijuluki “Sultan Alam Sediakurang”, menjadi saksi bisu ketangguhan tim ini saat bermain di kandang. Atmosfernya kerap membuat tim tamu kesulitan.

Keberadaan PSM Makassar bukan sekadar soal prestasi di papan klasemen, tetapi juga soal identitas dan kebanggaan. Mereka adalah warisan hidup dari generasi ke generasi, simbol semangat sepak bola yang lahir jauh sebelum Indonesia merdeka.

Hingga hari ini, nama PSM Makassar tetap harum—bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena cinta yang tak lekang oleh waktu dari para pendukungnya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait