Supir atau Sopir? Ini Penjelasannya

Sering kita dengar kata supir dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial atau obrolan santai. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya kata yang benar menurut aturan bahasa Indonesia baku adalah sopir?

Ya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan pedoman ejaan yang disempurnakan (PUEBI), bentuk yang tepat adalah sopir. Kata supir sebenarnya merupakan bentuk tidak baku yang mungkin muncul karena pengaruh logat daerah atau kebiasaan lisan. Meskipun banyak digunakan, kata ini tidak disarankan dalam tulisan formal seperti laporan, surat resmi, atau karya ilmiah.

Perbedaan kecil ini mungkin terlihat sepele, tapi pemakaian kata yang tepat menunjukkan tingkat kecermatan dan penghormatan terhadap kaidah bahasa nasional. Bayangkan jika di sekolah, surat lamaran kerja, atau dokumen resmi masih menggunakan kata supirβ€”bisa saja tak langsung didiskualifikasi, tapi citra profesional bisa sedikit terganggu.

Menariknya, kata sopir sendiri berasal dari bahasa Inggris driver, yang diserap melalui pengaruh Belanda saat masa kolonial. Namun, ejaannya telah diindonesiakan sesuai aturan penyerapan kata asing ke dalam bahasa Indonesia.

Jadi, ke depan, yuk biasakan menulis dan mengucapkan sopirβ€”bukan supir. Tidak hanya lebih tepat, tapi juga menunjukkan bahwa kita peduli pada kekayaan dan kemurnian bahasa kita. Bahasa bukan cuma alat komunikasi, tapi juga cermin peradaban.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait