Bolehkah Puasa Arafah Hanya Dilakukan pada Hari Jumat?

Sebagian umat Islam sering bertanya, apakah boleh berpuasa sunnah Arafah hanya dilakukan pada hari Jumat tanpa puasa di hari sebelum atau sesudahnya? Jawabannya perlu dipahami dengan baik, terutama terkait hukum puasa di hari Jumat.

Dalam ajaran Islam, ada anjuran untuk tidak berpuasa hanya pada hari Jumat saja tanpa menggabungkannya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, yang melarang berpuasa khusus di hari Jumat kecuali jika digabung dengan hari lain atau memang termasuk puasa wajib atau sunnah tertentu.

Puasa Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, merupakan pengecualian. Jika kebetulan hari Arafah jatuh pada hari Jumat, maka boleh-boleh saja berpuasa pada hari itu, meskipun hanya satu hari. Karena puasa Arafah sendiri memiliki keutamaan besar—dosa-dosa dua tahun diampuni, menurut hadis riwayat Muslim.

Jadi, meskipun secara umum tidak dianjurkan berpuasa hanya di hari Jumat, namun jika itu bertepatan dengan hari Arafah, maka hukumnya tetap sah dan dianjurkan. Tidak perlu menambah dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu, karena kekhususan hari tersebut sudah cukup sebagai alasan syar’i untuk berpuasa.

Kesimpulannya, berpuasa Arafah di hari Jumat diperbolehkan, bahkan dianjurkan, karena termasuk hari yang dimuliakan dalam Islam. Yang penting, niatnya ikhlas untuk mengikuti sunnah Nabi dan meraih pahala besar di hari yang mulia tersebut.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait