Bolehkah Penderita Darah Tinggi Begadang?

Bagi penderita tekanan darah tinggi, kebiasaan begadang sebaiknya mulai dikurangi. Meski terdengar sepele, tidur larut malam atau kurang tidur bisa berdampak langsung pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Saat tubuh beristirahat, terutama di malam hari, terjadi proses pemulihan alami. Hormon stres seperti kortisol dan adrenalin bisa lebih terkontrol, pembuluh darah rileks, dan tekanan darah turun secara alami. Namun, jika sering begadang, proses ini terganggu—tekanan darah justru cenderung tetap tinggi atau bahkan naik.

Studi menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Pola tidur yang tidak teratur juga bisa memicu perubahan metabolisme, meningkatkan nafsu makan, dan menyebabkan penambahan berat badan—faktor risiko lain bagi darah tinggi.

Bagi Anda yang sudah didiagnosis hipertensi, menjaga jam tidur adalah bagian dari pengobatan. Usahakan tidur cukup, sekitar 7–8 jam setiap malam, dan usahakan bangun serta tidur pada waktu yang konsisten.

Jika pekerjaan atau gaya hidup membuat begadang hampir tak terhindarkan, mulailah dengan langkah kecil: kurangi penggunaan layar sejam sebelum tidur, hindari kafein di sore hari, dan ciptakan suasana kamar yang tenang dan gelap.

Meski terasa kecil, perubahan pola tidur bisa memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Ingat, merawat diri bukan hanya soal obat, tapi juga bagaimana Anda menjalani hari—termasuk saat tubuh butuh istirahat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait