Nasihat, Bukan Nasehat: Ini Penjelasannya

Nasihat adalah bentuk kata baku yang benar dalam bahasa Indonesia, bukan nasehat. Meskipun kedua penulisan sering terdengar dan digunakan dalam percakapan sehari-hari, secara resmi dan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku, kata yang benar adalah nasihat.

Kata ini berasal dari bahasa Arab, yaitu naṣīḥa (نَصِيحَة), yang berarti petunjuk, teguran, atau saran yang tulus demi kebaikan seseorang. Dalam proses penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, banyak kata dari Arab yang mengalami penyesuaian pelafalan dan ejaan, namun tetap mempertahankan huruf 's' dan bukan menggantinya dengan 'se'.

Perbedaan antara nasihat dan nasehat mungkin terlihat sepele, tapi dalam konteks tulisan formal—seperti surat, esai, atau karya ilmiah—penggunaan bentuk baku sangat penting. Selain lebih sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), pemakaian nasihat juga mencerminkan penguasaan bahasa yang baik.

Sering kali, bentuk nasehat muncul karena pengaruh dialek atau logat daerah. Misalnya, di beberapa daerah, bunyi 'a' setelah konsonan cenderung diucapkan lebih panjang atau menyerupai 'e', sehingga muncul kesan bahwa penulisannya harus 'nasehat'. Namun, ini tidak mengubah kenyataan bahwa bentuk resminya tetap nasihat.

Jadi, saat menulis atau berbicara dalam konteks formal, lebih baik gunakan nasihat. Selain benar secara kaidah, ini juga menunjukkan rasa hormat terhadap bahasa kita sebagai identitas nasional.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait